Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kumpulan Puisi

Tangisan Langit

Tak terasa sore telah tiba..
ku tatap langit dengan penuh hati luka..
berjalan tak tentu kemana..
oh langit… dapatkah kau tunjukkan jalan kemana aku harus melangkah
apa kau tau luka hatiku ini begitu perih…
dikala tangisan langit ku melangkah..
hingga tak ada seorang pun yang tahu kalau tetes air mata ini tersamarkan oleh tetesan tangis langit disore ini..

  
Nabiku Muhammad SAW

Ya Nabi Ya Rasulullah
Cahaya hati kami kekasih Allah
Anta Syamsun anta badrun
Anta Nurun fawqa nuri
Engkaulah Surya yang menyinari kelamnya hati manusia
Engkaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia
Engkaulah cahaya diatas cahaya
Ya Nabiyallah Ya Habiballah
Betapa mulia akhalkmu
bagai cahaya kemuliaan Al-Qur’an
Besarnya perjuanganmu menegakkan agama
Agungnya cintamu menyayangi sesama
Hru senyummu padah Wajah Dunia
Betapa raah sikapmu tertanam dalam jiwa

Kata Hati

Aku tak mengerti akan
Isyarat hati yang layu
Akan kasih yang menyayat jiwa…
Rasanya aku Mati
Dan tak berdaya dalam kisah ini…….
Cinta ku dan Semua yang aku tuai
Bukan semata-mata karena hasrat sesaat…
Karena Aku mencintai mu dengan harapan
Kau tetap yang tebaik di hati
Dan menjadi sosok yang aku kenal lagi….

Embun Dikala Senja
 
 
Terik pelita sejati menyinari persada sore ini
setangkai mawar yang merekah indah tadi pagi,
kini layu setelah kumbang arjuna pergi
tak ada kata yang mencaci, hanya gerimis yang perlahan menjadi deras di nurani
ingatan masa lalu mawar kembali menjadi bioskop dimata hatinya
angan tentang indah cinta,
dan harap tentang megahnya mahligai asmara
seakan menjadi cerita cinta yang tiada akhirnya
semua begitu sempurna awalnya
mahligai asmara terwujud indah sebagaimana hakikatnya
jalinan cinta dua makhluk-Nya, menjadi padang zamrud indah didunia
cerita cinta yang penuh hari-hari bahagia
menguntai seribu makna,
dan menjadi pupuk subur bagi keindahan asa
semua begitu indah tiada cela
sampai suatu ketika,
kumbang arjuna terpikat akan keharuman mawar yang baru merekah
dan tanpa rasa bersalah,
kumbang arjuna pergi meninggalkan mawar dengan seribu luka
tak ada air mata,
hanya jiwa yang tersiksa dan gerimis nurani meratapi derita asmara
mawar semakin layu, dirajam sinar pelita dunia
tak ada air mata,
hanya ucapan lirih yang akhirnya mawar ucapkan
satu kalimat dari kelopak yang bersahaja
satu kalimat yang melukiskan semua derita jiwanya
dan ketika pelita dunia semakin membara
satu kalimat itu teruntai begitu saja
“sungguh suatu hal mustahil, jika kuharapkan ada setetes embun dikala senja”
yah..
Dan memang takkan pernah ada
Embun Dikala Senja
perlahan mawar merasa
dirinya semakin dekat dengan keindahan surga
dan selembut angin sore menyapa dunia,
perlahan kelopak terakhir mawar gugur mengharumkan persada..

Kau yang berarti

 

ak hnya tw tentang kebahagian
ak hnya tw tentng manisnya hidup
tp…
ak tak prnh tw tentng pahitnya hidup yg telah kalian alami
siang dan malam tak prnah kalian rsakan
bahkan perihnya perut tak prnh setitik pun kalian rsakan
kalian lalui hari-hari dng bekerja dan bkerja
tak memandang matahri telh terbenam
bintang mulai bermunculan
dan langit telh gelap,
semua it kalian lakukan hnya untk kmi
tubuh yang mulai rapuh
tak prnah kalian pedulikan
dfkiran kalian hyalah kami..
kalian brharap kmi dpt mnjadi seseorng yang
dpt membuat kalian bangga
tp kmi tak prnh sedikitpun menyadari akan hal itu
menyadari akan hal yg kalian lakukan untk kami
seharusnya kmi belajar yng baik disekolah
menyerap ilmu yg dberikan oleh guru
tapii???
ap yg kmi lkukan
kmi hnya bermain dan bermain
sedngkan U disna
dibwh matahari yang sangat panas,
kulit yg terbakar olh sengatan panasnya mtahri klian lalui
semua nya hnya untk kami
mungkin selama in kmi tak prnh tw akan jasamu it
akan pengorbananmu it
tp mulai hri ini
kmi brusha untuk semangat seperti mu
belajar dan belajar
untuk mendpatkan ilmu,
bekal kmi dikemudian hari
agar dpt menjadi seseornag yang kalian hrapkan
walalu kmi tk akan prnah bisa memblas pengorbananmu
tp setidaknya kmi bsa membuatmu tersenyum,bngga terhadap kami…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Membuat Facebook

1. Kunjungi situs http://facebook.com



2.  Bahasa dapat diubah ke bahasa indonesia jika anda ingin


3.  Isi Formulir pendaftaran dengan lengkap lalu klik mendaftar


fb

4. Setelah itu masukkan tulisan yang tertera ke dalam kolom lalu klik mendaftar


 fb

5. Bila sudah berhasil,akan muncul sebuah tampilan gambar yang akan memberikan instruksi untuk mencari teman atau bisa melewati langkah ini untuk melanjutkan langkah berikutnya.


fb

6. Isi informasi profil anda yang muncul seperti dibawah ini


fb

7. Pada langkah berikutnya anda akan diminta untuk menambahkan foto


fb

fb


8. Anda telah berhasil  membuat foto di profil facebook dan langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengkonfirmasi  akun facebook anda pada email.

fb

9. setelah itu akun facebook anda pun sudah jadi dan dapat diakses dari manapun.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kumpulan Dongeng

                                                        Asal Mula Rumah Siput 

Dahulu kala, siput tidak membawa rumahnya kemana-mana… Pertama kali siput tinggal di sarang burung yang sudah ditinggalkan induk burung di atas pohon .
Malam terasa hangat dan siang terasa sejuk karena daun-daun pohon merintangi sinar matahari yang jatuh tepat ke sarang tempat siput tinggal. Tetapi ketika musim Hujan datang, daun-daun itu tidak bisa lagi menghalangi air hujan yang jatuh,.. siput menjadi basah dan kedinginan terkena air hujan.
Kemudian siput pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon, Jika hari panas, siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan basah dan kedinginan. Sepertinya aku menemukan rumah yang cocok untukku, gumam siput dalam hati.
Tetapi di suatu hari yang cerah, datanglah burung pelatuk ,, tok..tok…tok…burung pelatuk terus mematuk batang pohon tempat rumah siput, siput menjadi terganggu dan tidak bisa tidur,
Dengan hati jengkel, siput turun dari lubang batang pohon dan mencari tempat tinggal selanjutnya. Siput menemukan sebuah lubang di tanah, kelihatannya hangat jika malam datang, pikir siput. Siput membersihkan lubang tersebut dan memutuskan untuk tinggal di dalamnya, tetapi ketika malam datang, tikus-tikus datang menggali dari segala arah merusak rumah siput. Apa mau dikata, siput pergi meninggalkan lubang itu untuk mencari rumah baru….
Siput berjalan terus sampai di tepi pantai penuh dengan batu karang. Sela-sela batu karang dapat menjadi rumahku !!! siput bersorak senang, aku bisa berlindung dari panas matahari dan hujan, tidak aka nada burung pelatuk yang akan mematuk batu karang ini, dan tikus-tikus tidak akan mampu menggali lubang menembus ke batu ini.
Siput pun dapat beristirahat dengan tenang, tetapi ketika air laut pasang dan naik sampai ke atas batu karang, siput ikut tersapu bersama dengan ombak. Sekali lagi siput harus pergi mencari rumah baru. Ketika berjalan meninggalkan pantai, siput menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya cantik dan sangat ringan….
Karena lelah dan kedinginan, Siput masuk ke dalam cangkang itu , merasa hangat dan nyaman lalu tidur bergelung di dalamnya.
Ketika pagi datang, Siput menyadari telah menemukan rumah yang terbaik baginya. Cangkang ini sangat cocok untuknya. Aku tidak perlu lagi cepat-cepat pulang jika hujan turun, aku tidak akan kepanasan lagi, tidak ada yang akan menggangguku, …. aku akan membawa rumah ini bersamaku ke manapun aku pergi.

                                     
                                                              Biji-biji Burung Gereja

Di suatu lembah yang subur, sekelompok binatang hidup dengan aman dan nyaman. Mereka tidak pernah berkekurangan.

Lembah itu menyediakan semua yang dibutuhkan para hewan. Sumber mata air yang segar, pohon-pohon yang selalu berbuah tanpa mengenal musim. Semua hewan hidup dengan bahagia.

Suatu hari bertemulah seekor monyet dengan burung gereja yang sedang mematuk-matuk di tanah.

“ Apa yang sedang kau lakukan burung Gereja ?” Tanya Monyet.

Burung Gereja memandang Monyet dan berkata “ Aku sedang mengumpulkan biji-bijian “

Mendengar jawaban Burung Gereja, Monyet tertawa terbahak-bahak “Ha…ha..ha…., untuk apa kau mengumpulkan biji-biji itu, lihatlah di selilingmu, begitu banyak buah-buahan yang bisa kau makan, kenapa kau malah mengumpulkan sesuatu yang dibuang ?”

Tapi Burung Gereja tidak menghiraukan perkataan Monyet dan tetap mengumpulkan biji buah-buahan kemudian membawanya ke atas bukit.

Esok harinya, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja, kali ini Monyet membawa buah apel di tangannya

“ Hai Burung Gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi ya ? pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya…ha.. ha…ha… “ Ejek Monyet

Burung Gereja hanya diam dan terus mengumpulkan biji- biji apel yang dibuang oleh Monyet.

                             Istana Bunga 

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.

Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya,  "Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!"
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.
"Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!" usir Raja.
Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, "Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!"

Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.

Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
"Silakan masuk, Anak Muda," sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya,  "Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan."

Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.

Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. "Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan."
"Amalan apa itu, Panembahan?" tanya Kusmantari.
"Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka."

Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.
"Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati," pesan Panembahan Manraba.

Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.

Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.
"Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini."
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana."

Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.

Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS